Senin, 27 Maret 2017

Kelangkaan Sumber Daya Ekonomi

Kelangkaan Sumber Daya Ekonomi



A. Hubungan antara Kelangkaan Sumber Daya dengan Kebutuhan Manusia Tidak Terbatas 
1.  Pengertian kelangkaan
Kelangkaan (scarcity) adalah atau keadaan di mana jumlah sumber daya yang ada dirasakan kurang atau tidak cukup dalam memenuhi kebutuhan manusia. Dengan situasi seperti ini, maka manusia harus menentukan sejumlah pilihan dan mengorbankan pilihan lainnya. Kelangkaan di sini dapat diakibatkan adanya keterbatasan sumber daya yang ada. Di mana sumber daya tersebut terdiri dari sumber daya alam, sumber daya manusia, sumber daya modal, sumber daya kewirausahaan.
2.  Usaha manusia dalam mengatasi kelangkaan
a.  Membuat skala prioritas kebutuhan
Adanya kelangkaan membuat manusia berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya dengan cara mementingkan kebutuhan yang paling utama/penting terlebih dahulu kemudian baru pemenuhan kebutuhan penunjangnya. Dalam hal ini, pemenuhan kebutuhan hidup berdasarkan urutan kepentingannya disebut skala prioritas. Alur dari skala prioritas yaitu prioritas pertama terdiri dari kebutuhan primer, kebutuhan sekarang, kebutuhan jasmani; prioritas kedua terdiri dari kebutuhan sekunder, kebutuhan masa datang, kebutuhan rohani; prioritas ketiga yaitu kebutuhan tersier.
b.  Cara mengantisipasi sumber daya yang langka
Kebutuhan manusia tidak akan terbatas karena akan semakin bertambah akan tetapi alat pemuas kebutuhan jumlahnya terbatas, hal ini yang disebut dengan keterbatasan sumber daya. Untuk mengatasi keterbatasan SDA maka dapat dilakukan penghematan. Kalau mengatasi keterbatasan SDM dapat dilakukan peningkatan fasilitas pendidikan yang baik. Untuk keterbatasan sumber daya modal, pemerintah dapat memberi bantuan modal kepada pengusaha menengah ke bawah. Sedang untuk mengatasi keterbatasan kewirausahaan, dapat dilakukan pelatihan-pelatihan kerja selain itu dapat mendatangan tenaga ahli.
3.  Faktor yang mempengaruhi kebutuhan
a.  Tingkat pendidikan; Orang yang memiliki tingkat pendidikan tinggi memiliki kebutuhan berbeda dengan orang yang memiliki pendidikan rendah.
b.  Kebudayaan; Setiap daerah memiliki budaya yang berbeda. Perbedaan itu memengaruhi kebutuhan masing-masing daerah.
c.  Tempat; Kebutuhan orang di kota berbeda dengan kebutuhan orang di desa.
d.  Waktu; Pada waktu musim hujan, banyak orang membutuhkan jas hujan dan payung. Sebaliknya, pada musim kemarau barang tersebut tidak dibutuhkan.
e.  Agama; Dengan adanya perbedaan agama, maka berbeda pula cara beribadahnya sehingga akan berbeda pula kebutuhannya.
3.  Macam-macam kebutuhan
a.  Kebutuhan menurut tingkat kepentingannya
1.  Kebutuhan primer, yaitu kebutuhan paling utama yang harus dipenuhi demi kelangsungan hidup. Contoh pangan, papan, sandang, kesehatan.
2.  Kebutuhan sekunder, yaitu kebutuhan yang dipenuhi setelah kebutuhan primer. Contoh perabot rumah tangga, pendidikan, alat olah raga dan sebagainya.
3.  Kebutuhan tersier, yaitu kebutuhan akan barang mewah. Contoh villa, mobil, perhiasan, dan lain-lain.
b.  Kebutuhan menurut sifatnya
1.  Kebutuhan jasmani, yaitu kebutuhan yang diperlukan oleh jasmani atau fisik manusia agar dapat hidup dengan sehat. Contohnya makanan dan minuman, pakaian.
2.  Kebutuhan rohani, yaitu kebutuhan yang dapat memuaskan kepentingan rohani dan jiwa manusia, misalnya rekreasi, pendidikan, ceramah agama.
c.  Kebutuhan menurut waktu pemenuhannya
1.  Kebutuhan sekarang, yaitu kebutuhan yang harus dipenuhi pada saat sekarang dan tidak boleh ditunda-tunda. Contoh obat untuk orang sakit, makanan bagi yang lapar.
2.  Kebutuhan masa depan, yaitu kebutuhan yang pemenuhannya masih dapat ditunda, namun perlu dipersiapkan untuk keperluan akan datang. Contoh menabung, asuransi.
d.  Kebutuhan menurut subjeknya
1.  Kebutuhan individual, yaitu kebutuhan yang pemuasannya untuk diri sendiri. Contoh kebutuhan peralatan sekolah oleh pelajar, kebutuhan motor oleh pembalap.
2.  Kebutuhan sosial, yaitu kebutuhan yang bermanfaat untuk pemenuhan kebutuhan umum atau orang banyak. Contoh jalan raya, pasar, rumah sakit, tempat ibadah.
e.  Kebutuhan menurut wujudnya
1.  Kebutuhan material, yaitu kebutuhan berupa alat-alat yang dapat diraba, dilihat, dan mempunyai bentuk. Contoh rumah untuk berteduh, makan dan minum untuk menghilangkan lapar dan haus.
2.  Kebutuhan spiritual, yaitu kebutuhan yang dihubungkan dengan benda-benda tak berwujud. Contoh orang Islam bersembahyang di Masjid, orang Budha sembahyang di Wihara, orang Hindu bersembahyang di Pura.

B. Alat Pemenuhan Kebutuhan Manusia
1.  Macam-macam alat pemuas kebutuhan
a.  Menurut kelangkaannya
1.  Barang ekonomi, yaitu barang yang cara memperolehnya dengan pengorbanan. Contoh makanan, minuman, pakaian, rumah dan sebagainya.
2.  Barang bebas, yaitu barang yang cara memperolehnya tidak memerlukan pengorbanan. Contoh es di kutub, sinar matahari, pasir di gurun, dan sebagainya.
3.  Barang ilith, yaitu barang yang berguna bila jumlahnya mencukupi, tetapi berbahaya bila berlebihan. Contoh air saat banjir, api saat kebakaran.
b.  Berdasarkan hubungannya dengan barang lain
1.  Barang pengganti, yaitu barang yang digunakan untuk menggantikan barang lain. Contoh beras diganti jagung, bus diganti kereta api, kursi diganti tikar.
2.  Barang pelengkap, yaitu barang yang menjadi pelengkap dari barang lain. Contoh gula dengan kopi, meja dengan kursi, motor dengan bensin.
c.  Menurut kedudukannya dalam proses pembuatannya
1.  Barang mentah, yaitu barang utama yang dipakai untuk menghasilkan barang lebih lanjut. Contoh gandum, kapas, getah karet.
2.  Barang setengah jadi, yaitu barang hasil proses sebelumnya yang akan dipakai untuk menghasilkan barang lebih lanjut. Contoh benang, kayu, kain.
3.  Barang jadi, yaitu barang yang sudah melalui tahap akhir dalam proses produksi dan siap untuk dikonsumsi. Contoh kue, meja, pakaian, dan kursi.
d.  Menurut tujuan penggunaannya
1.  Barang konsumsi, yaitu barang yang langsung dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Contoh makan dan minuman, pakaian, sepatu.
2.  Barang produksi, yaitu barang yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang kebutuhan manusia. Contoh mesin penggiling padi.
e.  Menurut segi jaminannya
1.  Barang bergerak, yaitu barang yang fungsinya sebagai jaminan untuk mendapatkan pinjaman (kredit) dalam jangka pendek. Contoh sepeda, sepeda motor, perhiasan.
2.  Barang tidak bergerak, yaitu barang yang fungsinya digunakan untuk jaminan mendapatkan pinjaman jangka panjang. Contoh tanah, gedung, pabrik.
2.  Kegunaan barang
1.  Kegunaan bentuk (form utility), yaitu kegunaan suatu benda karena perubahan bentuknya, misal kayu diubah menjadi meja.
2.  Kegunaan tempat (place utility), yaitu kegunaan suatu benda setelah dibawa ke tempat lain, misal batu di sungai akan bemanfaat jika dibawa ke kota untuk bahan bangunan.
3.  Kegunaan waktu (time utility), yaitu kegunaan suatu benda karena sesuai dengan waktu pemakaiannya, misal obat pada saat sakit.
4.  Kegunaan kepemilikan (ownership utility), yaitu kegunaan benda karena dimiliki oleh orang yang membutuhkan, misal cangkul di toko lebih berguna bila dimiliki petani.
5.  Kegunaan pelayanan (service utility), misal seorang guru les yang mengajar pada murid-muridnya.

Contoh Pengertian Sumber Daya Ekonomi, Kelangkaan Sumber Daya Alam, Manusia, SDA, SDM, Modal, Kewirausahaan Entrepreneurship, Macam-macam, Jenis

Dalam ilmu ekonomi, kelangkaan diartikan sebagai suatu keadaan terbatasnya sumber daya yang tersedia sementara masyarakat tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk mengolahnya demi memenuhi kebutuhan yang tidak terbatas. Lipsey menyatakan bahwa ilmu ekonomi adalah suatu studi tentang pemanfaatan sumber daya yang langka untuk memenuhi kebutuhan manusia yang tidak terbatas. Berdasarkan pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa pusat atau inti permasalahan ekonomi adalah adanya kelangkaan (scarcity). Kelangkaan dapat diartikan sebagai suatu kondisi ketika kebutuhan manusia sangat tidak terbatas sementara sumber daya untuk memenuhi kebutuhan tersebut sangat terbatas jumlahnya. Untuk mengatasi kelangkaan tersebut, manusia melakukan berbagai upaya untuk memenuhi kebutuhannya. Upaya-upaya tersebut antara lain memproduksi barang dan jasa guna menambah kuantitas dan kualitas sumber daya yang tersedia.

Sumber daya diperlukan untuk dapat memproduksi barang dan jasa yang dibutuhkan manusia. Namun, sumber daya yang tersedia tidak cukup untuk memproduksi barang dan jasa yang dibutuhkan. Jadi, langka bukan berarti sedikit, tetapi adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia dan sumber daya yang tersedia.

Sumber daya ekonomi adalah alat berupa barang atau jasa yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. atau sesuatu atau segala sesuatu sumber daya yang dimiliki baik yang tergolong pada sumberdaya alam (natural resources/endowment factors) maupun potensi sumberdaya manusia yang dapat memberikan manfaat (benefit) serta dapat digunakan sebagai modal dasar pembangunan ekonomi yang ketergantungan terhadap sumberdaya secara struktural harus bisa dialihkan pada sumber daya alam lain. Kelangkaan sumber daya ekonomi merupakan salah satu permasalahan ekonomi yang dihadapi oleh manusia, selain masalah kebutuhan manusia terhadap sumber daya ekonomi. Oleh karena itu, masalah kelangkaan berhubungan erat dengan kebutuhan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Sumber daya ekonomi dapat dikelompokkan menjadi sumber daya alam, sumber daya manusia, sumber daya modal, dan sumber daya kewirausahaan (entrepreneurship).
1. Sumber Daya Alam (SDA)
Sumber daya alam dapat dibedakan menjadi sumber daya alam yang dapat diperbarui (renewable resources) dan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui (non renewable resources). Sumber daya alam yang dapat diperbarui sumber daya alam yang memiliki kemampuan untuk mempertahankan atau mengganti diri (reproduksi) melalui proses alami atau dengan campur tangan manusia dan manajemen yang tepat.
Contoh sumber daya alam yang dapat diperbarui adalah sebagian besar tanaman dan hewan-hewan, air, dan udara. Adapun sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui adalah sumber daya alam yang tidak memiliki kemampuan untuk mempertahankan atau mengganti diri (reproduksi) baik tanpa atau dengan campur tangan manusia. Sebagian besar dari sumber daya ini sedang dieksploitasi melebihi kemampuan pulihnya, walaupun ada yang dapat digunakan berkali-kali seperti minyak bumi, mineral, dan kayu hutan tropis.
Sumber daya alam tersebut, terutama sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui jika terus dieksploitasi lama kelamaan akan habis, sedangkan kebutuhan manusia akan tetap ada. Sebagai contoh, menurut Lucky Sondakh, usaha pertambangan PT Freeport di Timika, Irian Jaya dapat menghasilkan sekitar 45.000 kg emas per tahun, dan PT New Mount di Sulawesi Utara menghasilkan sekitar 10.000 kg emas per tahun.
Hal ini menunjukkan bahwa sumber daya alam adalah terbatas atau langka. Perlu diingat bahwa langka bukan berarti sedikit, tetapi adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia dan sumber daya yang tersedia. Contoh lain yang dialami sehari-hari adalah kebutuhan akan minyak bumi, misalnya, berupa bensin dan minyak tanah. Di beberapa daerah di Indonesia sering terdengar di berita adanya kelangkaan bensin dan minyak tanah, sehingga terjadi antrean panjang konsumen yang membutuhkannya. Hal ini menunjukkan bahwa sumber daya alam (berupa bensin dan minyak tanah) adalah langka atau terbatas.
2. Sumber Daya Manusia (SDM)
Dalam kegiatan ekonomi, sumber daya manusia merupakan faktor produksi paling penting karena berbagai macam pekerjaan dalam berbagai tingkat keahlian, keterampilan, dan pengetahuan dilakukan oleh tenaga kerja. Adapun yang dimaksud dengan tenaga kerja adalah semua orang yang bersedia dan sanggup untuk bekerja. Tenaga kerja meliputi mereka yang bekerja untuk upah atau gaji maupun mereka yang bekerja untuk kepentingan diri sendiri.
Menurut Sadono Sukirno, jika dilihat dari tingkat keahlian dan pendidikannya tenaga kerja dapat dikelompokkan dalam tiga kelompok, yaitu sebagai berikut.

a. Tenaga kerja kasar, yaitu tenaga kerja yang tidak berpendidikan atau berpendidikan rendah dan tidak memiliki keahlian dalam sesuatu bidang pekerjaan, seperti pembantu, kuli angkut, dan pesuruh.
b. Tenaga kerja terampil, yaitu tenaga kerja yang memiliki keahlian dari pendidikan atau pengalaman kerja, seperti montir mobil, tukang kayu, tukang memperbaiki TV dan radio.
c. Tenaga kerja terdidik, yaitu tenaga kerja yang memiliki pendidikan yang tinggi dan ahli dalam bidang-bidang tertentu, seperti, dokter, akuntan, ahli ekonomi dan insinyur.

Dalam era globalisasi, suatu perusahaan akan sukses di pasar bebas, jika perusahaan memiliki daya saing yang tinggi. Daya saing yang tinggi akan ditentukan oleh efisiensi yang tinggi. Selanjutnya, efisiensi yang tinggi ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia (tenaga kerja) yang profesional dan terampil.

Di Indonesia dengan jumlah penduduk 222 juta jiwa(berdasarkan data Badan Pusat Statistik, 2005), masih belum memiliki sumber daya manusia berkualitas yang mencukupi kebutuhan lapangan kerja. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa keberadaan tenaga kerja yang ahli dan profesional masih langka. Hal ini dapat dilihat banyak tenaga ahli asing yang bekerja di Indonesia. Banyak kebutuhan akan tenaga kerja yang tidak terpenuhi karena tidak sesuai dengan kualifikasi yang diinginkan. Hal ini menunjukkan adanya kelangkaan sumber daya manusia. Sebaliknya, di negara-negara maju dan Timur Tengah terjadi kelangkaan tenaga kerja pada tingkat tenaga kerja kasar dan tenaga kerja terampil. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, mereka menggunakan tenaga kerja dari Asia (Thailand, Filipina, Indonesia, dan Vietnam). Hal ini menunjukkan bahwa kelangkaan tenaga kerja dapat terjadi pada semua tingkat keahlian dan pendidikan bergantung pada tempat (negara) dan waktu tertentu.
3. Sumber Daya Modal
Sumber daya modal tidak terbatas berupa uang, tetapi dapat pula berupa barang modal, seperti peralatan, mesin-mesin, dan bangunan. Modal dalam definisinya yang paling luas adalah segala sesuatu yang sudah diproduksi yang akan digunakan untuk memproduksi barang atau jasa lainnya. Barang-barang modal terdiri atas barang yang sangat berguna dalam proses produksi. Seperti telah dikemukakan, barang modal terdiri atas mesin-mesin, alat-alat besar, instalasi-instalasi pabrik, gedung-gedung, meja, jalan, jembatan, bangku, dan alat-alat pengangkutan. Semuanya telah dibuat oleh manusia dan digunakan dalam proses produksi sepanjang waktu.
Seperti sumber daya lainnya, sumber daya modal juga langka. Dalam kehidupan sehari-hari, dapat dilihat banyak perusahaan yang gulung tikar karena kekurangan modal. Di negara-negara tertentu, kemajuan ekonominya lambat karena kekurangan barang modal di masyarakat yang bersangkutan. Banyak proyek pembangunan yang tertunda juga karena terbatasnya modal. Jadi, kelangkaan modal bukan berarti modal yang ada sedikit, tetapi karena adanya ketidakseimbangan akan kebutuhan modal dengan jumlah modal yang tersedia.

4. Sumber Daya Kewirausahaan (Entrepreneurship)
Menurut Soeparman Soemahamidjaja, orang kali pertama yang menggunakan kata “entrepreneurship” adalah Richard Cantillon dalam ‘Essai sur la nature du commerce’ (1755), sebutan bagi para pedagang yang membeli barang di daerah-daerah dengan menetapkan harga pembelian untuk dijual secara partai besar maupun secara eceran, namun dengan harga yang tidak pasti. Karakteristik dari seorang entrepreneurship adalah “memikul beban ketidakpastian”.
Dalam hubungannya dengan manajemen, entrepreneur dapat diartikan sebagai orang yang memiliki dan menggunakan sumber daya finansial (uang), bahan mentah (materials), dan tenaga kerja untuk menghasilkan produk baru, bisnis proses produksi, atau pengembangan organisasi usaha. Dengan demikian, seorang entrepreneur memiliki kemampuan untuk menciptakan produk baru dan berbeda dengan menggunakan sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan barang dan jasa. Orang-orang yang memiliki kualitas sebagai entrepreneurship ini jumlahnya terbatas atau langka.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar